Sabtu , Agustus 15 2020
Home / Berita Terbaru / Seminar Kajian Pengembangan Tanaman Obat Berbahan Baku Lokal di Kota Palangka Raya
Seminar Kajian Pengembangan Tanaman Obat Berbahan Baku Lokal di Kota Palangka Raya

Seminar Kajian Pengembangan Tanaman Obat Berbahan Baku Lokal di Kota Palangka Raya

SEMINAR KAJIAN PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT (BIOFARMKA) BERBAHAN BAKU LOKAL DI KOTA PALANGKA RAYA

Seminar diselenggarakan pada hari Selasa, 22 Oktober 2019 di ruang Rapat Peteng Karuhei I Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, peserta yang hadir pada kegiatan tersebut adalah para pelaku usaha di bidang tanaman obat serta perwakilan dari SOPD terkait. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Palangka Raya dalam laporannya menyebutkan bahwa Kajian Pengembangan Tanaman Obat (Biofarmaka) Berbahan Baku Lokal di Kota Palangka Raya merupakan tahap awal dalam melakukan suatu kegiatan, yang hasil dari kajian ini akan diserahkan kepada Satuan Organisasi Perangkat Daerah sebagai pelaksana teknis kegiatan, dan diharapkan keluaran dari kajian ini memberikan rekomendasi serta bahan tindak lanjut obat Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mengembangkan potensi tanaman obat berbahan baku lokal yang ada di Kota Palangka Raya. Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan Drs. Murni D. Djinu,

Tujuan dari kajian potensi pengembangan tanaman obat (biofarmaka) di Kota Palangka Raya ini adalah :

  • Mengidentifikasi tanaman obat (biofarmaka) berbahan baku lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Kota Palangka Raya.
  • Memetakan tanaman obat (biofarmaka) berbahan baku lokal yang berpotensi untuk dikembangkan di Kota Palangka Raya.
  • Membuat strategi dan rencana aksi pengembangan tanaman obat (biofarmaka) berbahan baku lokal di Kota Palangka Raya.

Dari hasil seminar ini diharapkan kajian ini dapat memerikan data – data dan informasi yang akurat tentang pengembangan tanaman obat di Kota Palangka Raya sehingga  rencana aksi masterplan pengembangan tanaman obat (Biofarmaka) berbahan baku lokal di Kota Palangka Raya dapat melakukan upaya pelestarian dan budidaya tanaman obat, upaya perlindungan tanaman obat, peningkatan Sumber Daya Manusia, sarana pengolahan produk tanaman obat, dan standarisasi harga bahan baku tanaman obat ditingkat petani lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*