Kamis , Oktober 29 2020
Home / Berita Terbaru / Sang Peraih Kalpataru Sebagai Ujung Tombak Menjaga Bhumi Kalimantan Tengah
Sang Peraih Kalpataru Sebagai Ujung Tombak Menjaga Bhumi Kalimantan Tengah

Sang Peraih Kalpataru Sebagai Ujung Tombak Menjaga Bhumi Kalimantan Tengah

Permasalahan lingkungan hidup saat ini semakin serius dan mencakup banyak aspek kehidupan, sehingga menggerakkan banyak pihak untuk semakin peduli pada upaya-upaya pelestarian lingkungan. Salah satu gerakan yang dipelopori oleh Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) dan Dyandra Promosindo adalah Jaga Bhumi Festival yang akan digelar di Jalan Tunjungan, Surabaya pada tanggal 29 April 2018.

Melalui tema gerakan “Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia”, Jaga Bhumi bertujuan untuk meningkatkan peran kebun raya sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya tumbuhan, untuk mengembalikan kembali kejayaan alam di Indonesia.

Di kutip dari jagabhumi.com, Wakil Ketua II Yayasan Kebun Raya Indonesia, Sonny Keraf, pada press conference Jaga Bhumi di Jakarta (12/04) menjelaskan bahwa dengan adanya gerakan Jaga Bhumi diharapkan dapat mengedukasi dan mengingatkan publik untuk menanam tumbuhan dan kemudian menjaga serta melestarikannya. “Dengan beraktivitas di ruang terbuka, selain mendapatkan kesehatan juga mendapatkan manfaat dengan mendapat udara segar dan berinteraksi dengan alam. Sehingga diharapkan masyarakat akan lebih menghargai alam dan lingkungan sekitar, bukan dengan merusaknya,” jelasnya.

Dijelaskan Januminro, Penerimaan Kalpataru Juni 2015 di tempat terpisah Menghadiri acara Jaga Sakra (sarasehan penerima penghargaan Kalpataru) diselenggarakan oleh Yayasan Kebun Raya Indonesia dengan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri. Acara diselenggarakan untuk mengembalikan kejayaan Alam Indonesia, dengan mengedepankan para peraih Kalpataru sebagai ujung tombak menjaga bhumi-jaga sakra.

“Acara dihadiri oleh peraih Kalpataru kategori : Perintis, Penyelamat, Pembina dan Pengabdi Lingkungan. Para peserta berasal dari penerima Kalpataru periode Tahun 2005 sampai dengan tahun 2017 dari seluruh Indonesia.” Terangnya

“Berharap melalui berbagai output dari pada program Jaga Bhumi ini, masyarakat Kalimantan Tengah pada khususnya mendapatkan manfaat positif pada kampanye gerakan ini, dan akhirnya bisa meluas ke seluruh masyarakat Indoensia melalui berbagai channel dan media. Semangat pelestarian lingkungan bisa terus meluas di kalangan muda,” ujar Januminro.

Saatnya mengusulkan Konsep Kebun Raya Gambut Hak Milik Pertama di Kalimantan Tengah, di Indonesia dan di dunia. pungkasnya. (PjR)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*