Senin , November 30 2020
Home / Artikel / Peran Pramuka Dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Anak
Peran Pramuka Dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Anak

Peran Pramuka Dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Anak

 
Peranan orang tua begitu besar dalam membantu anak agar siap memasuki gerbang kehidupan mereka. Disinilah kepedulian orang tua sebagai guru yang pertama dan utama bagi anak-anak. Sebagai orang tua harus betul-betul melakukan sesuatu untuk anak tercinta. Bagaimana seorang anak dapat tetap memandang masa depan mereka dalam angan seorang anak, bagaimana mereka dapat menjadi generasi penerus kita. Masa depan bangsa Indonesia kelak di tangan mereka dan masa depan mereka dipersiapkan oleh orang tua saat ini.

Anak usia dini merupakan tahapan usia yang paling menentukan bagaimana karakter, kepribadian, dan sikap anak di masa dewasa. Karena pada usia dini seorang anak memasuki masa golden age. Yaitu masa dimana perkembangan otak anak bekerja secara optimal dalam menerima segala informasi.

Sehingga jika pada usia tersebut anak didik dengan baik maka akan terbentuk kepribadian anak yang baik pula. Anak adalah perwujudan cinta kasih orang dewasa yang siap atau tidak untuk menjadi orang tua. Pada akhirnya mau atau tidak orang tua dituntut untuk siap menjadi orang tua yang harus dapat mempersiapkan anak-anak kita agar dapat menjalankan kehidupan masa depan mereka dengan baik.

Kedisiplinan merupakan hal yang penting yang harus ditanamkan pada anak. Disiplin merupakan suatu ketaatan dan kepatuhan terhadap sesuatu yang telah disepakati. Kedisiplinan dapat dilatih sejak dini melalui pola asuh yang dilakukan oleh keluarga yang dalam hal ini orang tua lebih berperan besar. Melalui pola asuh yang baik, anak akan diarahkan orang tua bagaimana membiasakan diri melakukan hal-hal secara teratur dan terjadwal. Dalam penerapan kedisiplinan tersebut, juga terkandung nilai tanggungjawab yang tumbuh pada diri anak.

Kenyataan yang terjadi bahwa masih sering kita jumpai beberapa anak yang menunjukkan perilaku rendahnya disiplin diri, seperti kebiasaan anak yang masih bermain meskipun hari sudah sore sehingga seharusnya pada saat itu anak sudah mandi namun belum dilakukan, dan akhirnya anak mandi pada saat menjelang malam, kebiasaan anak yang tidur larut malam dan bangun terlalu siang, kebiasaan anak yang susah diatur karena kurangnya perhatian dan bimbingan dari orang tua, dan masih banyak lagi kasus anak yang menunjukkan kurang kedisiplinan.

Pendidikan bagi anak usia dini amatlah penting sebagai bekal di masa yang akan datang. Setiap anak mempunyai karakteristik atau pola perkembangan yang berbeda-beda sesuai dengan tahap perkembangannya. Sedangkan perkembangan anak usia dini banyak melalui beberapa hal diantaranya yaitu perkembangan fisik hingga kognitif.

Perhatian  kita terhadap anak usia dini sangatlah dibutuhkan dalam  rangka  menuju pendidikan yang lebih baik. Tetapi masih banyak orang tua yang kurang bahkan belum menyadari dan kadang mengabaikan hal tersebut. Mereka hanya sibuk mengurusi dirinya dan sibuk mencari nafkah, walaupun itu juga untuk anak-anaknya.

Mereka tidak peduli akan pendidikan anak-anaknya dan hanya mempercayakan pendidikan anaknya di rumah kepada pembantu  rumah tangga atau pengasuhnya. Satu hal yang selalu terabaikan yaitu kurang adanya penanaman disiplin pada anak sejak usia dini di dalam keluarga. Hal itu akan berpengaruh pada perkembangan moral anak dalam kehidupan yang akan datang.

Sesungguhnya pendidikan itu dimulai sedini mungkin, begitu pula dengan penanaman disiplin pada anak. Memang tidaklah mudah mewujudkan semua itu. Disiplin menuntut kesadaran dari seseorang untuk melakukan dan tidak melakukan apa yang harus dan tidak harus dilakukan. Disiplin seseorang tidak boleh dipaksakan bahkan pada anak kecil sekalipun

Melalui disiplin anak diajarkan tentang bagaimana berperilaku dengan cara-cara yang sesuai dengan standar kelompok sosialnya. Sesuai dengan peran-peran yang ditetapkan kelompok budaya di mana ia berasal. Maka jelaslah bahwa orang tua adalah orang pertama yang bertanggung jawab terhadap pembentukan perilaku moral anak-anaknya di rumah.

Kesalahan atau ketidak taatan dalam penanaman kedisiplinan sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan perilaku anak. Sedangkan penanaman disiplin yang tepat akan menghasilkan terbentuknya perilaku moral yang baik atau positif bagi anak.

Oleh karena itu disiplin inilah yang sangat diperlukan untuk membangun karakter pada diri anak, Penanaman disiplin yang tepat akan menghasilkan terbentuknya perilaku moral yang baik dan positif. Disiplin  juga sangat penting dalam  perkembangan anak agar mereka berhasil dalam mencapai hidup yang bahagia dan mencapai penyesuaian yang baik dalam lingkungan sosialnya (tempat tinggal).

Penanaman disiplin sejak dini dalam keluarga sangatlah penting dan besar peranannya di dalam pengembangan moral anak dalam mencapai hidup yang bahagia dalam hidupnya. Untuk itu agar penanaman disiplin itu tidak keliru, maka perlu adanya konsekuensi orang tua terhadap peraturan dan disiplin yang diterapkan. Disiplin harus diterapkan kepada anak secara teratur dan konsisten agar anak memiliki pedoman yang jelas dan nyata.

Perlunya kedisiplinan didasarkan pada atau tergantung pada perbedaan usia, perbedaan sikap dan kepribadian, besarnya keluarga, perbedaan waktu dalam sehari untuk dapat magimplementasikan sifat disiplin tersebut didalam dirinya sendiri, untuk dapat membentuk karakter yang baik bagi anak perlu penanaman karakter sejak dini sebelum terjadinya tindakan yang tidak kita inginkan.

Peran Pramuka Dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Anak di SDS Santa Maria Palangka Raya

Pramuka merupakan sebuah kegiatan organisasi pendidikan non formal yang memiliki konsep yang baik dan tersusun rapi. Selain itu, pramuka juga memberikan manfaat yang besar kepada anak baik secara langsung ataupun tidak langsung. Tidak heran lagi jika Pramuka sekarang digalakkan di sekolah dan dipandang sebagai kegiatan yang bagus bagi anak dan merupakan kebutuhan bagi anak sepertihalnya yang diterapkan oleh SDS Santa Maria Palangka Raya menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi siswa yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.

Kegiatan Pramuka tidak hanya mempelajari baris-berbaris dan kegiatan lainnya, Pramuka juga mempelajari tentang pendidikan dibidang keagamaan, teknologi, jasmani/kesehatan, alam sekitar, sosial, dan lain sebagainya. Karena kegiatan yang dilakukan Pramuka itu berhubungan langsung dengan masyarakat dan merupakan salah satu contoh dari pendidikan dibidang sosial, maka sangat bagus untuk membentuk karakter kepribadian pada anak. Salah satunya karakternya itu adalah karakter kedisiplinan.

Pasal 4 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 berisi tentang Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.

Karena betapa pentingnya peran pramuka dalam membentuk karakteristik kedisiplinan anak yang diterapkan oleh SDS Santa Maria Palangka Raya. Sehingga anak bisa secara sadar untuk disiplin dalam segala kegiatan sehari-hari anak, baik kegiatan di sekolah maupun kegiatan di pramuka. Menanamkan prinsip agar peserta didik memiliki pendirian yang kokoh merupakan bagian yang sangat  penting dari strategi menegakkan disiplin (Disiplin waktu, Disiplin menegakkan aturan, Disiplin sikap).

Ada banyak Manfaat yang didapat ketika peserta didik disiplin, sepertihalnya yang di terapkan oleh SDS Santa Maria Palangka Raya salah satunya menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib, (Menurut pandangan saya selaku orang tua didik), Pertama, menumbuhkan rasa percaya diri anak. Kedua, mengajarkan anak untuk teratur dalam beraktivitas. Tiga, menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, ketenangan jiwa, dan menumbuhkan kepekaan. Keempat, menumbuhkan rasa kepatuhan terhadap peraturan. Kelima, melatih kemandirian anak. Keenam, mengajarkan kerja sama tim.

Pramuka, mengajarkan anak untuk dapat tepat waktu dalam menjalankan aktivitasnya baik ketika berkemah atau kegiatan pramuka yang lainnya, tetapi anak juga dilatih untuk bisa tepat waktu dalam kegiatan sehari-hari diluar Pramuka. Tepat waktu disini adalah salah satu bentuk contoh kedisiplinan secara sederhana yang bisa diterapkan ke anak dini. Jika anak sudah terbiasa melakukan segala aktivitas dengan tepat waktu, maka akan tumbuh jiwa kesadarannya tanpa disuruh untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Observasi Singkat Penulis

Ketika saya melakukan penulisan Artikel ini secara tidak sengaja, langsung observasi terhadap anak-anak pramuka SDS Santa Maria Palangka Raya. Pada tanggal tanggal 10 Februari 2018 anak-anak mengikuti kegiatan ekstarkurikuler Pramuka pada pukul 11.00 WIB. Dan anak–anak yang mengikuti kegiatan Pramuka tersebut, sudah mulai berdatangan pukul 10.55 dan memang ada yang datang terlambat. Ketika anak tersebut datang terlambat dengan kesadaran anak tersebut melaksanakan hukuman lari keliling lapangan sebanyak 3 kali.

Hukuman yang diberikan oleh Kakak Pembina Pramuka itu semata-mata untuk melatih kedisiplinan anak dan membiasakan anak untuk datang tepat waktu. Dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDS Santa Maria Palangka Raya, anak-anak diajarkan berbagai kegiatan, misalnya baris-berbaris dan membuat sebuah penyaring air. Didalam kegiatan membuat sebuah penyaring air anak-anak diberikan waktu selama 10 menit untuk melakukan uji coba. Pemberian waktu uji coba selama 10 menit bertujuan melatih ketepatan waktu yang diberikan kakak pembina.

Apakah anak-anak bisa dan berhasil dalam uji coba penyaring air dalam waktu singkat. Setelah dibuktikan anak-anak berhasil melakukan uji coba yang dilaksanakan dengan hasil air kotor yang disaring menjadi air jernih. Keberhasilan mereka dengan waktu singkat itu karena ketepatan waktu dan ketelitian yang dimiliki.

Ketika waktu ekstrakurikuler pramuka sudah akan berakhir maka anak-anak mengingatkan kepada Kakak Pembina agar kegiatan ekstrakurikuler pramuka segera diakhiri. Sebelum mengakhiri kegiatan ekstrakurikuler ini Kakak pembina memberikan arahan agar anak-anak tetap disiplin baik di sekolah dan di luar sekolah agar bisa mendapat hasil yang maksimal dari apa yang mereka kerjakan.

Observasi kedua kembali dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 17 Februari 2018, di ajang Pesta Siaga Pramuka Dalam Rangka Kegiatan Prestasi Pramuka Se Kalimantan Tengah Tahun 2018, pada kesempatan ini penulis terjun langsung mengajar anak-anak. Dalam kali ini latihan yang disampaikan adalah mengajarkan tentang kerja sama tim dalam teknik permainan tradisional Balogo (salah satu permainan yang diperlombakan di ajang itu).

Kegiatan awal pada observasi kedua tidaklah sama dengan observasi pada tanggal 10 Februari 2018. Latihan disiplin kerja sama tim dalam pramuka. Pada saat penyampaian latihan singkat anak-anak memperhatikan dengan seksama tentang bagaimana membentuk suatu kerja sama tim yang baik. Setelah selesai penyampaian latihan penulis mencoba memberikan contoh teknik permainan tradisional Balogo (salah satu permainan yang diperlombakan di ajang itu) dengan memanggil tim pramuka laki-laki dan perempuan sebagai contoh untuk teman-teman satu tim.

Membuat penulis bangga dan kaget terhadap anak-anak tim pramuka SDS Santa Maria Palangka Raya,  rasa percaya dirinya, ketenangan jiwanya, kepekaannya serta kerja sama tim tumbuh luar biasa, sehingga hasil yang diperoleh anak-anak sungguh diluar dugaan.

Hal tersebut membuktikan bahwa kedisiplinan yang diterapkan dalam pramuka dapat melatih anak untuk meningkatkan rasa percaya diri, ketenangan jiwa, kepekaan serta kerja sama ketika menjalankan aktivita baik di sekolah dan di rumah.

Dari Observasi yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa kedisiplinan pada usia dini sudah mulai berjalan dengan baik. Kesadaran anak-anak untuk disiplin dalam segala hal sudah mulai tumbuh, karena bimbingan dan latihan yang diberikan oleh Kakak Pembina pramuka dan staf pengajar pramuka.

Dilain pihak kedisiplinan anak-anak ini tumbuh karena faktor dari orang tua yang latar belakangnya (anak anggota TNI/POLRI). Dan untuk anak-anak yang belum bisa disiplin diberikan hukuman yang bersifat mendidik dan membimbing. Kakak Pembina pramuka tidak berani dan tidak memberikan hukuman yang diberikan itu bersifat kekerasan karena akan berakibat ke psikis anak-anak dan menimbulkan trauma.

Observasi yang dilakukan dan teori yang ada, dapat membuktikan bahwa Pramuka merupakan wadah atau tempat untuk membentuk dan melatih karakter kedisiplinan anak di usia dini. Sehingga anak-anak terbiasa melakukan semua hal dengan disiplin dan tepat waktu. (PjR)

 

Daftar Rujukan

Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010, tentang Gerakan pramuka
Partini. (2010). Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta :Grafindo Letera Media
Ariesandi. (2008). Rahasia Mendidik Anak Agar Sukses dan Bahagia, Tips dan Terpuji  Melejitkan Potensi Optimal   Anak. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Anwar dan Arsyad Ahmad. (2007). Pendidikan Anak Dini Usia, Panduan Praktis Bagi Ibu dan Calon Ibu). Bandung : Alfabeta
Rimm Sylvia, (2003). Mendidik dan Menerapkan Disiplin pada Anak Prasekolah. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Shochib, Moh. (2000). Pola Asuh Orang Tua dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta : Rineka Cipta.
Hurlock,  E.  B.  1999.  Perkembangan  Anak.  Jilid  2.  Alih  bahasa  :  Tjandrasa. Jakarta : Erlangga.
https://pramuka.or.id/ diakses pada tanggal 9 Juni 2016.
https://www.kompasiana.com/, diakses pada tanggal 1 April 2016, Pukul 10.39 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*