Sabtu , Februari 22 2020
Home / Berita Terbaru / Penelitian: Pria Yang Secara Teratur Mengonsumsi Yoghurt Punya Risiko Kanker Usus Lebih Rendah
Penelitian: Pria Yang Secara Teratur Mengonsumsi Yoghurt Punya Risiko Kanker Usus Lebih Rendah

Penelitian: Pria Yang Secara Teratur Mengonsumsi Yoghurt Punya Risiko Kanker Usus Lebih Rendah

Kanker usus besar atau kolorektal menjadi salah satu ancaman besar bagi para pria. Penyakit ini menjadi penyebab kematian terbesar karena kanker nomor dua setelah kanker paru. Tapi tahukah Anda bahwa risiko kanker kolorektal yang disebabkan mikrobioma usus bisa dikurangi dengan mengonsumsi yoghurt?

Yoghurt merupakan susu yang dihasilkan melalui fermentasi bakteri tertentu, rasanya agak asam, bentuknya seperti krim. Saat ini kebanyakan orang masih menganggap yoghurt sebagai hidangan penutup saja, atau dijadikan sebagai pendamping diet yang dimakan bersama buah dan sayur.

Pria yang secara teratur mengonsumsi yoghurt punya risiko kanker usus lebih rendah hingga seperlima. Penelitian oleh University of Washington menemukan pria yang mengonsumsi dua atau lebih porsi yoghurt dalam sepekan punya kemungkinan lebih rendah untuk mengalami adenoma. Adenoma adalah tumor jinak dalam sel-sel mirip kelenjar dari jaringan epitel, yakni lapisan tipis dari jaringan yang meliputi kulit, organ-organ, kelenjar, dan struktur lainnya di dalam usus. Adenoma berasal dari kata adeno yang berarti berkaitan dengan kelenjar. Demikian hasil studi dalam jurnal The BMJ.

Seperti dilansir Medical News Today, peneliti dari the Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston, Amerika Serikat, menganalisis informasi tentang diet dan pembentukan adenoma pada 32.606 pria dan 55.743 wanita untuk mendapatkan kesimpulan itu. Semua peserta sepakat untuk menjalani endoskopi usus pada 1986–2012 untuk mendeteksi adanya pertumbuhan abnormal di bagian bawah usus.

Mereka juga memberikan informasi mengenai gaya hidup dan kebiasaan diet setiap empat tahun sekali, termasuk konsumsi yogurt. Sepanjang periode penelitian, para peneliti mendokumentasikan perkembangan 5.811 adenoma di antara pria dan 8.116 adenoma di antara wanita. Hasilnya, pria yang mengonsumsi dua atau lebih yogurt per minggu memiliki risiko 19 persen lebih rendah terkena pertumbuhan prakanker di usus (adenoma konvensional) dibandingkan dengan pria yang tidak mengonsumsi yogurt sama sekali.

Sehingga pria yang rutin makan yoghurt bisa menurunkan risiko sebanyak 26% terkena kanker usus besar. Faktanya, kanker usus besar lebih sering diderita oleh pria dibanding wanita. Ada beberapa teori yang bisa menjelaskan alasan yogurt membantu mencegah pembentukan pertumbuhan abnormal di usus. Salah satunya bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dalam yogurt yang mengurangi kadar karsinogen usus. Para peneliti juga mengungkapkan bahwa kandungan yoghurt memiliki sifat anti-inflamasi, yang bisa mengurangi ‘kebocoran’ usus.

Katie Patrick, petugas informasi kesehatan dari Cancer Research UK mengatakan usus besar adalah rumah bagi triliunan mikroba. “Bagaimana bakteri dalam usus kita dapat memengaruhi risiko kanker usus adalah bidang penelitian yang menarik. Banyak hal yang memengaruhi jenis serangga di usus kita dan kesehatan usus kita secara keseluruhan, termasuk makanan yang kita makan,” kata Patrick.

“Tapi pria tidak perlu mengisi troli belanjaan mereka dengan yoghurt karena terlalu dini untuk mengatakan dari penelitian ini apakah makan lebih banyak yoghurt dapat mengurangi risiko kanker usus,” imbuhnya. (PjR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*