Kamis , Februari 20 2020
Home / Berita Terbaru / Menteri Keuangan Berkomitmen Dukung Pendanaan Penelitian
Menteri Keuangan Berkomitmen Dukung Pendanaan Penelitian
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati | Foto: istimewa

Menteri Keuangan Berkomitmen Dukung Pendanaan Penelitian

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto Dok: Profil Biografi Sri Mulyani Indrawati Instagram)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung inisiatif kolaborasi pendanaan bersama atau “co-financing” untuk kegiatan riset terutama untuk topik-topik yang berguna bagi kemajuan Indonesia.

“Artinya setiap rupiah yang kita keluarkan bisa menggaet dana dari luar negeri sehingga bisa mendapatkan hasil penelitian lebih baik dari pada didanai sendiri,” kata Sri Mulyani di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut secara khusus mendukung penggunaan anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk “co-financing” dengan program kemitraan riset dan inovasi asal Inggris, Newton Fund.

Pemerintah Inggris sendiri mengalokasikan sekitar 735 juta poundsterling sampai tahun 2021 yang disandingkan dengan dana pendamping dari negara mitra.

Sementara anggaran penelitian yang dilakukan oleh berbagai kementerian dan lembaga di Indonesia mencapai lebih dari Rp. 22,1 triliun di 2018.

Pendanaan Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) yang didukung oleh LPDP bersama Newton Fund akan menyalurkan sekitar 5,5 juta poundsterling selama dua sampai tiga tahun. Indonesia berperan sekitar 30 persen dari total dana tersebut.

Terdapat 11 proyek riset terpilih yang didanai, dengan rincian enam proposal di bidang penyakit tropis, dua proposal mengenai gambut dan mangrove, dua proposal mengenai polusi udara dan kebakaran hutan, dan satu proposal menyangkut astronomi bagi guru dan pelajar SMA.

Menteri Keuangan akan terus mendukung bidang-bidang penelitian yang mampu mengembangkan kekayaan sumber daya alam dan kapasitas Sumber Daya Manusia agar terjaga secara berkelanjutan.

“Kami berharap bidang yang mendukung penelitian dasar dan hilir ada `comparative advantage` bagi Indonesia, apakah itu hutan, laut, budaya, atau sosial harus bisa memperkuat Indonesia. Hal-hal yang diteliti diharapkan bisa berguna bagi masyarakat dunia,” ucap Sri Mulyani. (PjR/pubinfo.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*