Senin , Juni 1 2020
Home / Penelitian / Memitigasi Bencana dan Tsunami Lewat Riset di Kapal
Memitigasi Bencana dan Tsunami Lewat Riset di Kapal
Foto : CNN Indonesia

Memitigasi Bencana dan Tsunami Lewat Riset di Kapal

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan sejumlah lembaga riset melakukan kerjasama riset internasional dalam proyek bernama Marine Investigation of the Rupture Anatomy of the 2012 Great Earthquake (MIRAGE). Proyek ini dilakukan dalam sebuah kapal riset R/V Marion Dufresne, kapal riset terbesar milik Prancis. 

Proyek MIRAGE sudah memasuki tahap kedua tahun ini. Tahap pertama digelar pada 2016 dengan hasil akuisisi ~ 90 000 km2 data batimetri (peta dasar laut), 11.400 km gaya berat dan magnetik di Cekungan Wharton, Samudera India. Data ini menunjukkan bahwa kerak Samudera India mengalami deformasi secara aktif dan ditunjukkan dengan adanya beberapa struktur patahan aktif bawah laut yang signifikan dan belum pernah ditemukan sebelumnya. 

Selain itu ditemukan sungai-sungai bawah laut pada kedalaman 3.500–4.800 meter di bawah permukaan laut. Ditemukan pula struktur gunung bawah laut yang terpotong oleh suatu struktur sesar aktif berarah barat laut-tenggara. 

Sementara itu dalam riset MIRAGE II akan dilakukan akuisisi data seismicrefleksi guna mengetahui struktur sesar dan perlapisan kerak samudera yang ada dan sampai seberapa dalam struktur sesar tersebut berakar. 

“Diharapkan dengan data dan pengetahuan baru nantinya akan dapat dipahami asal mula dan implikasi tatanan geodinamika kawasan ini. Pada akhirnya temuan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk melakukan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di kawasan Samudera India,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Zainal Arifin, di Jakarta, Jumat (22/9).

Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Nugroho Dwi Hananto menambahkan, selain melakukan riset geosains dalam MIRAGE, dilaksanakan pula ASEAN–Komisi Oseanografi Internasional Pasifik Barat (IOC WESTPAC) Floating Summer School. Kegiatan ini merupakan pelatihan teknis dan substantif penelitian geosains kelautan bagi para peneliti muda dan mahasiswa dari kawasan ASEAN dan IOC WESTPAC

“Dalam kegiatan ini para peserta diwajibkan mengikuti beberapa kelas kuliah dan dilibatkan secara langsung dalam akusisi data dan pemrosesannya sehingga mendapatkan pengalaman langsung melakukan penelitian. Diharapkan pelatihan ini menumbuhkan semangat dan kemampuan generasi muda di kawasan untuk menjadi pemimpin pengembangan riset geosains kelautan di masa depan,” ujar Nugroho.

Kegiatan MIRAGE II dan juga ASEAN – IOC WESTPAC Floating Summer School sendiri diselenggarakan pada Minggu 24 September 2017. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pesta Sains 2017 “Jelajahi Potensi dan Bahaya Maritim Bersama Marion Dufresne”. Pesta sains ini digelar di Institut Francais Indonesia (IFI) Thamrin Jakarta mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut diisi dengan seminar ilmiah terkait riset geosains kelautan, pameran edukatif, permainan interaktif, dan pemutaran film edukatif.

Riset MIRAGE dimotori oleh LIPI, Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP) Perancis, dan Earth Observatory of Singapore (EOS), Nanyang Technological University Singapura.

Tentang Kapal Riset Marion Dufresne

Kapal riset terbesar ini berkapasitas 110 penumpang dalam 59 kabin. Selain fasilitas riset, di dalamnya juga terdapat rumah sakit, farmasi, pusat konferensi, perpustakaan, gym, dan toko.  

Kapal yang bisa didarati sebuah helikopter ini dilengkapi sistem komputer canggih, perangkat keras maupun lunak yang dapat mendukung penelitian tingkat tinggi di lautan. Dia bisa dipakai meneliti geosains kelautan, biologi kelautan, oseanografi, serta fisika dan kimia kelautan. Kapal ini memiliki 31 fasilitas laboratorium seluas 650 meter persegi.(PjR/CNNindonesi.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*