Rabu , Desember 2 2020
Home / Berita Terbaru / Memadukan Ilmu Pengetahuan dan Kearifan Lokal untuk Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan
Memadukan Ilmu Pengetahuan dan Kearifan Lokal untuk Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan

Memadukan Ilmu Pengetahuan dan Kearifan Lokal untuk Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan

Dikutip dari lipi.go.id, Indonesia adalah negara yang memiliki lahan gambut terluas ke empat di dunia. Luas lahan gambut di Indonesia diperkirakan memiliki 26,5 juta hektar lahan gambut. “Persoalan yang sering terjadi adalah lahan tersebut sangat mudah terbakar saat terjadi kekeringan. Dampak kebakarannya dapat mengganggu ekosistem dan kesehatan masyarakat sekitarnya,” jelas Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, Sri Sunarti dalam Workshop Kerja Sama Kearifan Lokal dan Sains dalam Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan pada Selasa (18/6) di Jakarta.
 
Ia mengungkapkan, selama ini masyarakat selalu disalahkan bahwa mereka adalah penyebab kebakaran hutan. “Padahal, mereka mempunyai pengetahuan lokal. Jika ilmu pengetahuan disinergikan dengan pengetahuan lokal, maka bisa lebih bermakna,” ujarnya.
 
Sunarti menyebutkan, persoalan yang dihadapi mengenai pengelolaan lahan gambut yang bukan hanya berkenaan dengan ekonomi, melainkan juga ekologi, sosial, budaya, dan politik. “Pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem gambut tidak bisa hanya dilakukan pada satu sisi saja, tetapi harus terpadu. Dengan berkolaborasi, kita bisa memetakan masing-masing peran dan fungsi kementerian dan lembaga terkait mengenai pengelolaan gambut,” jelasnya.
 
Prof. Shawkat Alam dari Macquarie University, Australia menjelaskan penduduk setempat adalah stakeholder yang paling penting dalam isu gambut. “Perlu cara menyatukan berbagai bidang sosial seperti politik, lingkungan, budaya, ilmu pengetahuan, kebijakan, dan peraturan pengelolaan lahan gambut.”
 
Workhsop yang merupakan kerja sama LIPI dengan Australia National University-SMERU Research Grant  ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Restorasi Gambut, Universitas Indonesia, Cimtrop, Wetland International Indonesia, dan Kemitraan. (drs/ed: fz)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*