Senin , Juni 1 2020
Home / Pengembangan / Kepala Balitbang Kota Palangka Raya Ikut Serta Dalam Studi Banding dan Kunjungan Kerja Sistem Pengelolaan Manajemen Aset di Politeknik Negeri Malang
Kepala Balitbang Kota Palangka Raya Ikut Serta Dalam Studi Banding dan Kunjungan Kerja Sistem Pengelolaan Manajemen Aset di Politeknik Negeri Malang

Kepala Balitbang Kota Palangka Raya Ikut Serta Dalam Studi Banding dan Kunjungan Kerja Sistem Pengelolaan Manajemen Aset di Politeknik Negeri Malang

Balitbang Kota Palangka Raya – Sekitar 140-an Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan Studi Banding dan Kunjungan Kerja Sistem Pengelolaan Manajemen Aset ke Surabaya dan Malang, Jumlah yang cukup banyak ini diantar langsung oleh Wali Kota Palangka Raya H.M. Riban Satia sebelum berpencar ke titik acara masing-masing,  rombongan dibagi enam kelompok dan dipimpin oleh beberapa kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) berserta staf, Jumat (29/9/2017).

Sama dengan rombongan lainnya, Studi Banding dan Kunjungan Kerja Sistem Pengelolaan Manajemen Aset yang diarahkan ke Politeknik Negeri Malang, Sekitar 20-an Aparatur Sipil Negara (ASN) berasal dari Badan Kesbangpol, Badan Penelitian dan Pengembangan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Sosial, dan Satpol PP Kota Palangka Raya dalam rangka belajar serta mengkaji pengelolaan manajemen aset di Politeknik Negeri Malang.

Berharap dengan belajar dari pengalaman Studi Banding dan Kunjungan Kerja Sistem Pengelolaan Manajemen Aset di Politeknik Negeri Malang ini kedepannya Sistem Pengelolaan Manajemen Aset Kota Palangka Raya semakin membaik lagi dari sebelumnya, dan menjadikan Kota Palangka Raya lanjut mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sementara itu Pembantu Direktur II Politeknik Negeri Malang (Drs. Halid Hasan, MStratHRM), Halid Hasan mengatakan kampusnya sangat wajar jika dijadikan tempat belajar dari daerah lain karena sejak 1982 Politeknik Negeri Malang ini hanya berupa satuan kerja (satker) yang lingkupnya sangat kecil.

Namun perlahan-lahan sejak 2004 kiprah Politeknik Negeri Malang mulai maju. Sejak 2004 menurutnya Politeknik Negeri Malang berpisah dari universitas dan diminta untuk berdiri sendiri. Jika dulu hanya meluluskan D3 dan memiliki dua kelas, tapi sekarang sudah berbeda.

“Sekarang Politeknik Negeri Malang sudah menjadi salah satu Politeknik terbesar di Indonesia dengan mahasiswa dan dosen terbanyak. Sekarang ribuan mahasiswanya, dosennya sudah ada 4 yang profesor,” tegasnya.(PjR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*