Sabtu , Februari 22 2020
Home / Berita Terbaru / Kebun Buah dapat menjadi salah satu alternatif wisata yang layak untuk dikunjungi
Kebun Buah dapat menjadi salah satu alternatif wisata yang layak untuk dikunjungi

Kebun Buah dapat menjadi salah satu alternatif wisata yang layak untuk dikunjungi

Musim liburan telah usai, tidak perlu khawatir jika ingin berekreasi bersama teman atau keluarga, di lokasi yang dekat dengan kota. Wisata Kebun Buah menjadi tempat favorit bagi para pengunjung.

Selain Objek Wisata Danau Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya ternyata juga memiliki pesona wisata lainnya yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Kebun Buah dapat menjadi salah satu alternatif wisata yang layak untuk dikunjungi.

Kebun buah ini terletak di Jalan Pasir Panjang, ruas jalan yang menghubungkan Jalan Maduhara dan Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya. Dengan menempuh perjalanan dengan menggunakan sepeda motor selama 15 menit dari pusat kota. Tempatnya cukup dekat, tidak perlu jauh-jauh sekalian santai beli buah segar dan bisa langsung memetik sendiri di pohonnya.

Kebun buah ini milik pribadi dan dikelola secara mandiri oleh Slamet Riyadi. Berbekal pengetahuannya sebagai petani yang berasal dari Tulung Agung, Jawa Timur, dirinya mencoba menggarap lahan seluas 2 hektare agar dapat ditanami.

“Kebun Buah yang dibangun pada tahun 2010 ini, dengan dibantu 5 orang pekerja dan alat-alat berat. Selama waktu 1 tahun dihabiskan hanya untuk membuang kayu-kayu dan akar-akar yang ada di lahan ini karena sebelumnya hutan belantara,” ungkap kakek yang sudah memiliki 3 orang cucu itu.

Kebun Buah Pak Slamet ini memiliki berbagai macam koleksi tanaman buah-buahan, diantaranya kelengkeng, matoa, jeruk sunkis, jeruk bali, jeruk nipis, lemon, jambu kristal, jambu madu deli, alpukat, pepaya california, pisang hingga kelapa. Jenis buah yang diunggulkan, yakni jambu kristal dan kelengkeng, bibitnya dikirim langsung dari Malang, Jawa Timur.

Menariknya ketika sedang musim buah, disini para pengunjung dipersilahkan untuk memetik buah langsung dari pohonnya. Untuk sekedar mengunjungi kebun buah, pengunjung dipungut biaya masuk cuma sekadar parkir kendaraan saja. Sedangkan untuk memetik buah, pengelola menetapkan harga per-kilogram, tergantung dari jenis buahnya.

Pak Slamet juga menceritakan bahwa, di awal Tahun 2018 mendapatkan kunjungan dari Komisi IV (Bidang Pembangunan) DPRD Kabupaten Malang beserta pihak Balitbang Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur sekaligus dalam rangka studi banding kelitbangan (Pengembangan Penelitian dan Potensi Daerah). Di awal Tahun 2019 tepatnya 12 Februari 2019 mendapatkan kunjungan dari Bapak Wali Kota Palangka Raya, dalam rangka rencana ke depan kebun saya ini yang akan dijadikan lokasi agrowisata terpadu. Selain beberapa pejabat daerah banyak, juga pengunjung dari Gunung Mas, Buntok, Muara Teweh, hingga rombongan dari Banjarmasin juga sering datang.

Oleh karena itu, tidak heran bila tempat ini menjadi tempat favorit yang wajib dikunjungi bagi setiap pengunjung yang datang. Bila anda berencana berekreasi bersama teman atau keluarga, Kebun Buah Pak Slamet dapat menjadi salah satu alternatif pilihannya. Wisata ini cocok bagi anda yang ingin bersantai sembari menyegarkan kembali pikiran, lepas dari hiruk pikuk perkotaan. (PjR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*