Senin , Juni 1 2020
Home / Tak Berkategori / KAL-TENG (…….atau Palangka Raya) Ibukota Pemerintahan INDONESIA

KAL-TENG (…….atau Palangka Raya) Ibukota Pemerintahan INDONESIA

KAL-TENG (…….atau Palangka Raya) Ibukota Pemerintahan INDONESIA

Oleh : Drs. ADIRAMA BAHAN, M.T,.BPP Kota Palangka Raya

MASA DEPAN
Mengingat kembali harapan dan impian masa lalu yaitu “ cita cita besar “ dari “ the pounding father “ bangsa Indonesia mantan Presiden Republik Indonesia Bapak Ir.Soekarno, tentang “ Pemindahan Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia” dari JAKARTA ke PALANGKA RAYA (Kalteng) ketika yang mulia meresmikan Pembentukan Propinsi ke -17 pada tanggal 17 juni 1957 di desa ke 17 pada Sungai Kahayan, sesungguhnya seperti sebuah rahmat yang tak terhingga bagi warga masyarakat dan Pemerintah Kalimantan Tengah, jika hal ini menjadi kenyataan…
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden H.M. Yusuf Kalla dan tentunya juga Gubernur Kalimantan Tengah terpilih Bapak H Sugianto Sabran dan Wakil Gebernur Habib Said Ismail juga baru.
Semangat baru ini membuka harapan akan cita-cita lama yang memang pada kenyataannya membuat Pro dan Kontra di Indonesia,baik didunia politik,akar rumput dan cerdik cendekiawan dinegara ini, banyak pendapat ada yang optimis ada yang pesimis dan bahkan ada yang EGP (emang gue pikirin),terlepas dari pro, kontra dan egp tersebut penulis berharap kita mau memperhitungkan berbagai aspek umum dan berfikir sederhana tentang impian tersebut diatas yang dapat dikatakan “fantastis” dan “bombastis”, asal jangan nantinya kita dikatakan orang seperti Jok: “yang mudah kok dipersulit atau, jika bisa dipersulit kenapa harus dipermudah”, duhh Tuhan jauhkan kami semua masyarakat, pejabat, pengusaha, dan cerdik cendekiawan dan tokoh-tokoh masyarakat dari cara berfikir yang usang dan jahat itu…leeewwwattt.

Politicall Will ( Kemauan Politik)
Memang untuk sampai kepada sebuah keputusan bukanlah suatu perkara yang mudah, banyak pertimbangan baik subyektif maupun obyektif yang harus ditelaah, dengan kajian-kajian ilmiah, sejarah, georafis, lingkungan global bahkan kondisi eksisting ibukota asal (Jakarta dengan segala permasalahannya).
Indonesia adalah sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduknya nomor empat didunia setelah Cina, India, dan Amerika serikat, jumlah penduduk Indonesia mencapai kurang lebih 250 juta jiwa, tersebar dalam ribuan puilau pulau besar dan kecil, berbagai suku-suku dan bahasa dalam wilayah nusantara yang begitu luas dari Sabang sampai Marauke, dan dalam kancah politik nasional termasuk dengan negara yang memiliki banyak partai politik, baru saja ketambah daftar baru 6 (enam) parpol wk…wk…wk. saking besar dan kompleknya hal tersebut seorang Amin Rais pernah mengusulkan “Negara Federal”, dan memang kemajemukan ini yang sudah berlangsung sejak terbentuknya NKRI di tahun 1945 yang bahkan pada saat perumusan konsep bentuk Negara telah ada kata “Indonesia Timur” mewakili agama Kristen di bagian timur dan “ Indonesia Barat” mewakili agama Islam di Indonesia bagian Barat serta pengaruh demokratisasi, issu ham dan globalisasi ekonmi kawasan dan dunia pastilh memberi dampak pada pembentukan pola berfikir masyarakat Indonesia sampai saat ini.
Proses penggodokan piliticall will mulai dari akar rumput, pemerintah dengan konsep tentang RUU pemindahan Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia dapat dimulai oleh pihak exekutif atau jika pihak legislatif berinisiatif dapat saja berjalan jika niat telah menjadi bulat dan utuh untuk segera membuat keputusan politik besar dan bersejarah bagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini.
hal ini terwujud akan membuat dampak yang sangat besar diberbagai bidang baik Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM), dan khususnya dalam bidang ekonomi akan membuat “multyplyer effec” bagi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia yang pada saatnya akan dapat membuka : lapangan kerja baru dan gairah investasi yang mengeliat dengan dahsyat, serta tentunya angka pertumbuhan ekonomi kita akan dapat mencapai angka diatas 7% .
Namun demikian sekali lagi niat dan keinginan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, eksekutif dan tentu saja legislatif menentukan apakah niat, cita-cita dan keinginan besar dan mulia ini haruslah sudah menjadi keinginan bersama seluruh masyarakat negara dan bangsa Indonesia, karena kita yakin dengan pemindahan ibukota pemerintahan yang sama yang telah dilakukan oleh berbagai negara seperti Malaysia dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya, Amerika Serikat dari New York ke Washington dan Australia dari Melbourne ke Canberra, India dari Calcutta New Delhi dan Brazil dari Rio de jainero ke Brasilia yang pada dasarnya negara-negara tersebut sekarang mengalami kesuksesan setelah pemindahan ibu kota pemerintahan masing masing, tinggal keinginan politik saja yang diperlukan oleh negara kita untuk sampai kepada cita-cita besar dan mulia dimaksud.

Teknis
Pada dasarnya masalah-masalah teknis mulai dari FS (Feasibility Study) perencanaan tidaklah terlalu sulit untuk dibuat, penulis pernah mengekspose design awal tentang hal ini dan bahkan pernah menjadi keynote speaker pada acara APEKSI (asosiasi pemerintah kota seluruh Indonesia) regional Kalimantan di Hotel Aquarius dengan judul : “ …kota palangka raya dulu, kini dan akan datang “ dan dokumen tersebut masih ada dan kami rasa masih relefan untuk menjadi bahan acuan konsep pemindahan ibukota republik indonesia yang masih kita tunggu tunggu keseriusan pemerintahan baru baik Gubernur Kalimantan Tengah yang baru dan tentu juga pemerintah pusat Presiden Republik Indonesia.
Secara umum keuntungan pemindahan ini adalah Kalteng berada di tengah-tengah wilayah NKRI yang berarti berada pada titik sentral Indonesia yang adalah negara kepulauan, yang berarti secara sederhana untuk mencapai ibukota pemerintahan baru sangat efisien dari segi biaya, waktu tempuh dan lain-lain untuk sebagian besar provinsi, dan kota yang kita konsepkan tentulah “smart city dan green city “ dengan ikon : “ Bandara Kepresidenan satu lingkungan dengan istana negara dan seluruh kementerian dan badan negara lainnya serta kedutaan negara negara sahabat …”. dan jika berbicara kata orang ibukota pemerintahan harus ada pelabuhan ini tidaklah menjadi penghalang karena konsep ibukota negara kita tidaklah bercampur aduk dengan kota pelabuhan, kawasan industri dan perdagangan tetapi ibukota negara/pemerintahan kita hanya ibukota pemerintahan saja, sehingga layanan publik dapat dilakukan dengan tertib aman dan lancar. Kita pastilah tidak mengharapkan ibukota negara yang kita impikan kembali menjadi sumpek, macet, melelahkan dijalanannya…oh hari gini masih sumpek dan macet dan tidak nyaman leeewwwwattt.

Kearifan Lokal
Ada banyak kekuatiran tentang bagaimana nasib warga lokal jika pemindahan ibokota pemerintahan ini ke Kalteng??? Pertanyaan ini juga sempat mengusik kita dan beberapa pemuka, jangan jangan warga Dayak yang adalah penduduk lokal menjadi seperti Suku Indian di Amerika serikat, atau seperti suku Aborigin di Australia, kekuatiran semacam ini adalah hal yang lumrah tetapi kita harusnya dapat membedakan kondisi pada saat orang eropa datang ke Amerika serikat dan ketika orang eropa datang ke Benua Australia, jaman itu adalah jaman dahulu kala dimana peradapan suku-suku asli yang berada di benua Amerika Serikat Dan Banua Australia kala itu belumlah dalam jumlah yang banyak dan SDM serta HAM belumlah mendapat perhatian yang tinggi diseluruh dunia dan komunikasi waktu itu belumlah mencapai kemajuan yang signifikan seperti sekarang ini.
Dalam konsep pemindahan ibukota pemerintahan yang kita harapkan salah satu yang menjadi titik perhatian dalam RUU adalah soal mobilitas penduduk dan hak-hak dengan perlakuan khusus bagi warga asli lokal serta pembatasan ruang bagi pendatang ( regulasi pengendalian mobilitas penduduk ke Ibukota Pemerintahan harus diatur sejak awal), demikian pula halnya dengan masalah Lingkungan Hidup. Dengan demikian kita berharap kekuatiran tentang kata peribahasa ‘ Je tempun petak manana sare “ tidak akan terjadi atau kita dapat berkata “ kepentingan Nasional diatas segalanya dan kearifan lokal tidak terlupakan”
Demikian sekelumit ungkapan penulis yang berharap membuka asa dan historis tentang rencana agung dan mulia dari The Founding Father kita untuk Indonesia yang lebih baik, jaya, gemah ripah loh jinawi tata tentram kerta raharja, adil makmur dan berkeadilan, bravo Kalteng dan Jayalah Indonesia. (Oleh : Drs. ADIRAMA BAHAN, M.T,.BPP Kota Palangka Raya dalam Buletin BPPIT Palangka Raya Edisi III/ Tahun II/ 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*