Sabtu , Februari 22 2020
Home / Serba-Serbi / Kajian Konsep Pengembangan Smart City Kota Palangka Raya Berbasis Kearifan Lokal Tahun 2019
Kajian Konsep Pengembangan Smart City Kota Palangka Raya Berbasis Kearifan Lokal Tahun 2019
Foto : Brussels Smart City

Kajian Konsep Pengembangan Smart City Kota Palangka Raya Berbasis Kearifan Lokal Tahun 2019

          Perkembangan Teknologi Informasi dan Komuniasi (TIK) berjalan dinamis seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat dalam menggunakan jasa layanan telekomunikasi. Dari feature phone ke smartphone. Dari teknologi seluler 2G ke 3G hingga saat ini kita memasuki era 4G. Dari layanan internet yang lambat menuju ke layanan internet yang cepat (broadband). Perubahan pola gaya hidup ini menghantarkan terwujudnya Smart City di bidang penyelenggaraan infrastruktur telekomunikasi.

Letak Kota Palangka Raya secara geografis terletak pada 113˚30` – 114˚07` Bujur Timur dan 1˚35` – 2˚24` Lintang Selatan. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73, Nomor 74, dan Nomor 75 Tahun 2013 luas wilayah Kota Palangka Raya adalah 2.853,52 Km2 (285.351,28 Ha). Secara administrasi Kota Palangka Raya berbatasan dengan:
Sebelah Utara       :  Kabupaten Gunung Mas
Sebelah Timur      :  Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Pulang Pisau
Sebelah Selatan    :  Kabupaten Pulang Pisau
Sebelah Barat       :  Kabupaten Katingan
Wilayah Kota Palangka Raya terdiri dari 5 (lima) Kecamatan yaitu: Kecamatan Pahandut dengan luas wilayah 119,41 Km2, Kecamatan Sabangau dengan luas wilayah 641,47 Km2, Kecamatan Jekan Raya dengan luas wilayah 387,53 Km2, Kecamatan Bukit Batu dengan luas wilayah 603,16 Km2dan Kecamatan Rakumpit dengan dengan luas wilayah 1.101,95 Km2. (Sumber : https://palangkaraya.go.id/selayang-pandang/geografis/)

Sumber : petatematikindo.files.wordpress.com, 2018

Sumber : petatematikindo.files.wordpress.com, 2018

          Proses pembangunan Smart City merupakan usaha yang memerlukan waktu dan tidak seketika. Diperlukan komitmen dan perencanaan yang matang serta menyeluruh. Pada tahap-tahap tertentu, usaha pembangunan Smart City juga perlu melibatkan semua pihak di tingkat daerah maupun di tingkat pusat, baik dari pihak warga, pemerintah maupun swasta. Selain untuk mewujudkan terciptanya sinkronisasi, hal ini juga dimaksudkan untuk menyamakan (alignment) pemahaman akan visi, misi, dan mempertemukan kepentingan yang berbeda dari setiap pihak serta menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of belonging) atas rencana pembangunan Smart City yang diinisiasi. Dengan kata lain pembangunan Smart City merupakan usaha yang kontinu, bertahap, dan bersifat multi sektoral oleh karena itu diperlukan sebuah perencanaan berjangka waktu dan terintegrasi yang dituangkan dalam bentuk dokumen.

          Kota Palangka Raya saat ini berada di era transformasi. Pembangunan menyeluruh dilakukan di semua sektor. Para pebisnis, masyakarakat, pekerja, bahkan wisatawan akan merasakan Kota Palangka Raya baru. Dalam mewujudkan konsep kota Palangka Raya baru, pemerintah Kota Palangka Raya mempunyai visi pembangunan “Terwujudnya Kota Palangka Raya yang maju, rukun dan sejahtera untuk semua” dan misi mewujudkan kemajuan kota Palangka Raya berbasiskan Smart Environment, Smart Society dan Smart Economy. Menjadi Smart City juga berarti harus terus berinovasi dan berkembang dengan cara yang lebih baik. Selain investasi modal, diperlukan metode yang cerdas dalam menemukan kebutuhan masyarakat yang tinggal, bekerja, atau bahkan hanya mengunjungi Kota Palangka Raya. Pendekatan Smart City digunakan oleh pemerintah kota Palangka Raya bertujuan untuk : Meningkatkan kualitas hidup masyarakat; Menjadikan kota yang aman, layak huni dan nyaman; Peningkatan perekonomian; Menjaga keberlangsungan lingkungan.

          Konsep Smart City adalah konsep yang unik dan dinamis. Inisiasi-inisiasi yang muncul sebagai solusi akan permasalahan kota yang satu tidak serta merta bisa diaplikasikan sebagai solusi akan permasalahan yang muncul di kota yang lain. Hal ini terjadi karena Smart City menekankan pentingnya sebuah inovasi untuk menyelesaikan persoalan masing-masing kota dengan memanfaatkan teknologi TIK, sensor, dan data analytic sebagai faktor pendukung untuk mempermudah penyelesaian masalah (enabling factor). Pembangunan berbasis Smart City menyediakan ruang inovasi yang luas untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh pemerintah, masyarakat, pelaku bisnis, dunia pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) lain. Oleh karena itu diperlukan adanya analisa dan kajian mengenai kesiapan sebuah kota sebelum melaksanakan pembangunan Smart City. Analisa dan kajian ini yang akan menjadi dasar dalam membuat kebijakan, panduan dan framework dalam membangun dan mengembangkan Smart City Kota Palangka Raya. Maksud dari Kajian Konsep Pengembangan Smart City di Kota Palangka Raya adalah untuk menyediakan arah kebijakan pengembangan Smart City yang sesuai dengan permasalahan yang ada di Kota Palangka Raya serta Visi Misi Kepala Daerah.

          Tujuan Kegiatan : Melakukan identifikasi kondisi eksisting pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di wilayah Kota Palangka Raya; Melakukan analisis terhadap potensi pemanfaatan TIK di Kota Palangka Raya; Melakukan analisis kearifan lokal yang berkembang di kota Palangka Raya, terkait dengan pemanfaatan TIK.; Mengidentifikasikan kebijakan dan peran pemerintah Kota Palangka Raya dalam mendukung pembangunan Smart City; Menyelaraskan penerapan Smart City dengan business process pemerintah kota, SOPD lainnya, Instansi terkait serta dapat berakselerasi dalam percepatan transformasi birokrasi; Menyusun perencanaan arsitektur Smart City yang berbasis kearifan lokal yang bisa diterapkan di Kota Palangka Raya dan perencaan roadmap program kerja 5 tahun guna mendukung penyusunan anggaran APBD.

Foto : Kominfo Kota Palangka Raya

Foto : Kominfo Kota Palangka Raya

          Hasil kajian ini adalah terpetakannya kondisi eksisting pemanfaatan TIK di kota Palangka Raya dan kebutuhan TIK yang terkait dengan pembangunan Smart City. Selain itu, tersedianya dokumen pengembang Smart City yang bisa dijadikan acuan dalam pembuatan anggaran APBD dan program kerja di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya. Manfaat kajian ini adalah tersedianya rekomendasi kepada Pemerintah Kota Palangka Raya dalam merencanakan pembangunan Smart City. Dampak dari hasil kajian ini adalah pemanfaatan TIK yang terintegrasi dan lebih terarah di lingkungan Pemko Palangka Raya yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui hasil kajian ini dapat terciptanya partisipasi masyarakat dan bidang usaha dalam mendukung kinerja pemerintah dan ekonomi kreatif.

          Ruang lingkup wilayah kajian adalah kota Palangka Raya yang meliputi Kecamatan Pahandut, Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Bukit Batu. Dua kecamatan lain yaitu Kecamatan Sebangau dan Kecamatan Rakumpit tidak diikutkan karena keterbatasan jarak yang cukup jauh.
Keluaran dari hasil kajian ini adalah Dokumen Konsep Pengembangan Smart City di Kota Palangka Raya, khususnya rekomendasi yang mendukung Kota Palangka Raya sebagai Kota Kreatif (creative city), Kota  Cerdas (smart city) dan Kota Hijau (green city).(Ferry/Bid.I/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*