Selasa , Oktober 20 2020
Home / Berita Terbaru / Hasil Survey, Lima Profesi dengan Waktu Rata-Rata Tidur Paling Sedikit
Hasil Survey, Lima Profesi dengan Waktu Rata-Rata Tidur Paling Sedikit
Ilustrasi tertidur saat bekerja(Monkey Business Images)

Hasil Survey, Lima Profesi dengan Waktu Rata-Rata Tidur Paling Sedikit

Setiap orang memerlukan tidur yang cukup setiap harinya. Namun ada beberapa faktor yang membuat seseorang kurang tidur. Pasalnya, rata-rata jam tidur juga dipengaruhi oleh pekerjaan. Berdasarkan riset terbaru yang dilakukan Hillarys, ada beberapa pekerjaan yang membuat seseorang menjadi kurang tidur.

Pekerjaan apa sajakah itu?

Tenaga kesehatan menempati peringkat teratas berdasarkan hasil riset tersebut, dengan rata-rata waktu tidur hanya 4 jam 15 menit. Sebaliknya, mereka yang bekerja di industri kecantikan memiliki rata-rata jam tidur terbanyak, yaitu 9 jam 40 menit setiap malamnya.

Dalam survey, 4. 596 warga Inggris dilibatkan sebagai responden dan diberikan pertanyaan soal jam tidur mereka setiap harinya. Hanya 11 persen yang menyatakan mereka memiliki cukup tidur. Sebanyak 89 persen lainnya mengatakan kurang tidur.

Para peneliti juga bertanya pada responden secara rinci mengenai jam tidur mereka. Lima pekerjaan yang memiliki waktu rata-rata tidur paling sedikit, di antaranya

  1. Tenaga kesehatan (4 jam 15 menit);
  2. Penegak hukum (4 jam 30 menit);
  3. Pengajar (4 jam 35 menit);
  4. Jurnalis (4 jam 50 menit), dan
  5. Pekerja perhotelan (5 jam).

Sebaliknya, ada pula pekerjaan yang memiliki waktu rata-rata tidur paling banyak, di antaranya mereka yang bekerja

  1. Bidang kecantikan (9 jam 40 menit);
  2. Bidang Telemarketer (8 jam 45 menit);
  3. Bidang Asuransi (8 jam 20 menit);
  4. Bidang Ritel (8 jam 15 menit), dan
  5. Bidang Konstruksi (8 jam 10 menit).

Menurut semua responden, dua faktor utama yang membuat mereka terjaga di malam hari yaitu stres (44 persen) dan konsumsi kafein tinggi (19 persen). Sedangkan setengah dari total responden mengatakan mereka memiliki masalah kesehatan yang membuat pola tidur mereka berantakan.

Meskipun menilai kurang tidur membawa dampak buruk bagi kesehatan, hanya seperlimanya yang berupaya mengubah rutinitas tidur mereka melalui cara seperti mengubah pola diet, melakukan yoga, bicara dengan atasan mereka soal masalah tersebut, hingga mengkonsumsi pil tidur. Sedangkan sisanya bertahan dengan rutinitas saat ini. (PjR/Kompas.com)

Sumber Artikel : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*