Senin , November 30 2020
Home / Berita Terbaru / BIDANG SOSIAL DAN PEMERINTAHAN MELAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI HASIL SURVEY KAJIAN PENGEMBANGAN MODEL PENCEGAHAN IMS (IMFEKSI MENULAR SEKSUAL) DI PUSKESMAS RAKUMPIT KELURAHAN MUNGKU BARU KECAMATAN RAKUMPIT
BIDANG SOSIAL DAN PEMERINTAHAN MELAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI HASIL SURVEY KAJIAN PENGEMBANGAN MODEL PENCEGAHAN IMS (IMFEKSI MENULAR SEKSUAL) DI PUSKESMAS RAKUMPIT KELURAHAN MUNGKU BARU KECAMATAN RAKUMPIT
Foto : Ferry (Bid.1/BPP/X/2019)

BIDANG SOSIAL DAN PEMERINTAHAN MELAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI HASIL SURVEY KAJIAN PENGEMBANGAN MODEL PENCEGAHAN IMS (IMFEKSI MENULAR SEKSUAL) DI PUSKESMAS RAKUMPIT KELURAHAN MUNGKU BARU KECAMATAN RAKUMPIT

BALITBANG. Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu penyebab permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi dibanyak negara. Menurut WHO IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual baik secara vaginal, anal dan oral. IMS disebabkan oleh mikroorganisme lebih dari 30 bakteri, virus, parasit, jamur yang berbeda dimana dapat ditularkan melalui kontak seksual dan kebanyakan infeksi ini bersifat asimtomatik atau tidak menunjukkan gejalanya sama sekali. IMS dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan penyembuhannya yaitu yang dapat disembuhkan seperti sifilis, gonore, klamidia, dan trikomoniasis serta yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat diringankan melalui pengobatan seperti hepatitis B, herpes, human immunodeficiency virus/HIV, dan human papiloma virus/HPV.
Seluruh proses penatalaksanaan IMS, dimulai dengan anamnesis, diikuti dengan pemeriksaan fisik, diagnosis yang tepat, pemberian obat yang efektif, komunikasi- informasi- edukasi, promosi dan penyediaan kondom, penatalaksanaan mitra seksual. akan diakhiri dengan proses pencatatan dan pelaporan.

Foto : Ferry (Bid.1/BPP/X/2019)

Foto : Ferry (Bid.1/BPP/X/2019)

Tujuan pencatatan dan pelaporan :
a).  Mengetahui besarnya masalah IMS setempat, dengan menyediakan data insidens dari beberapa penyakit yang baru didapatkan,
b). Melakukan pemantauan insidens dari beberapa penyakit tersebut di atas,
c). Menyediakan informasi untuk penanggulangan kasus IMS dan mitra seksualnya,
d).  Menyediakan informasi bagi Dinas Kesehatan untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan program termasuk penyediaan obat, dengan melaporkan beberapa IMS tertentu
Semua pasien yang berobat harus dicatat dengan rapi, dan catatan ini akan dipakai untuk membuat laporan selanjutnya. Pencatatan kasus IMS tergantung dari fasilitas laboratorium yang tersedia, pada pelayanan kesehatan dasar digunakan pencatatan berdasarkan diagnosis sindrom, sedangkan pada tingkat pelayanan yang lebih tinggi digunakan pencatatan berdasarkan diagnosis etiologis.
Variabel yang harus dicatat, Pencatatan yang dilakukan bergantung pada institusi yang melakukan pengobatan IMS. Bila institusi tersebut menggunakan cara pengobatan sindrom, maka pencatatan yang dillakukan juga berdasarkan sindrom.

Foto : Ferry (Bid.1/BPP/X/2019)

Foto : Ferry (Bid.1/BPP/X/2019)

Periode pencatatan, sebaiknya bulanan, Jenis sindrom/ diagnosis etiologis: kriteria diagnosis yang digunakan harus konsisten, Golongan umur,Jenis kelamin, Jenis kunjungan.

Pasien baru : pasien yang baru berobat pada periode pelaporan untuk setiap sindrom/ diagnosis etiologis, Pasien lama : pasien yang melakukan pengobatan ulang pada periode pelaporan.
Untuk Puskesmas Rakumpit, Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Data Kasus Infeksi Menular Seksual tidak kami temukan karena pada saat kami kunjungan petugas/pegawai Puskesmas tidak satupun kami temukan maka kami teruskan ke Kantor Camat Rakumpit dan kami bertemu langsung dengan pak Camat (William,S.E.) Menurut informasi dari dari pak Camat Rakumpit  bahwa kasus IMS tidak ada ditemukan di Wilayah Kerja Beliau, namun masih di perlukan Sosialisasi Pengetahuan tentang infeksi Menular Seksual kepada masyarakatnya untuk tindakan prefentif, dan diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak.

Foto : Ferry (Bid.1/BPP/X/2019)

Foto : Ferry (Bid.1/BPP/X/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*