Kamis , Oktober 29 2020
Home / Artikel / Betapa Indahnya Menjadi Seorang Peneliti di Indonesia?
Betapa Indahnya Menjadi Seorang Peneliti di Indonesia?

Betapa Indahnya Menjadi Seorang Peneliti di Indonesia?

Fhoto Dok: Pribadi (Penandatanganan Berita Acara Sumpah Janji Fungsional Peneliti)

Menjadi seorang peneliti bukan pekerjaan mudah. Perlu passion tersendiri bagi mereka yang memang mencintai dunia riset, membaca, dan menulis. Untuk itu, beberapa era kepresidenan Indonesia mencoba mengangkat derajat peneliti sebagai profesi yang istimewa. Tujuannya tidak lain adalah agar peneliti Indonesia bisa berkarya dengan optimal dan tidak gampang pindah ke luar negeri.

Tunjangan peneliti disebut-sebut paling tinggi di antara ASN (Aparatur Sipil Negara) lainnya. Menurut Perpres No 100 Tahun 2012 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Peneliti, peneliti Utama bisa mendapatkan tunjangan sebesar Rp. 5,2 juta/bln, Peneliti Madya Rp 3. juta/bln, angka itu masih sangat jauh bila dibandingkan dengan Perancang Per-UU-an Utama dan Madya yang masih di angka Rp. 1,4 juta/bln dan Rp. 1,2 juta/bln.

Tidak hanya soal tunjungan, usia masa pensiun peneliti juga dianggap paling lama dibandingkan dengan ASN lainnya, yakni 65 Tahun, lebih lama 5 Tahun dari ASN yang hanya 60 Tahun. Bisa kebayang bukan betapa nikmatnya menjadi peneliti di Indonesia?

Beberapa fasilitas dan jalan keistimewaan itu dianggap sebagian orang wajar. Pasalnya, secara kuantitas jumlah peneliti di Indonesia juga masih sangat terbatas, apalagi masalah kualitas.

Beragam upaya juga sudah diusahakan oleh pemerintah, agar orang-orang tertarik menjadi peneliti, baik melalui tunjangan besar, masa usia pensiun peneliti, dan juga membuka jalur umum bagi pejabat struktural ke Jabatan Fungsional Peneliti melalui inpassing berdasarkan Perka LIPI No 5 Tahun 2017 tentang Pengangkatan PNS (Pegawai Negeri Sipil) dalam Jabatan Fungsional Penelitian Melalui Penyesuain (Inpassing).

Selain meningkatkan secara kuantitas, pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas peneliti Indonesia, salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan baru yakni PP No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN. (PjR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*