Rabu , Mei 27 2020
Home / Berita Terbaru / BALITBANG MELAKUKAN STUDI KUALITAS AIR DAN IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR PERAIRAN SUNGAI KAHAYAN DAN SUNGAI RUNGAN
BALITBANG MELAKUKAN STUDI KUALITAS AIR DAN IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR PERAIRAN SUNGAI KAHAYAN DAN SUNGAI RUNGAN
FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

BALITBANG MELAKUKAN STUDI KUALITAS AIR DAN IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR PERAIRAN SUNGAI KAHAYAN DAN SUNGAI RUNGAN

BALITBANG. BIDANG EKONOMI DAN PEMBANGUNAN, PADA SUB BIDANG SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP MELAKUKAN STUDI KUALITAS AIR DAN IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR PERAIRAN SUNGAI KAHAYAN DAN SUNGAI RUNGAN

Daerah aliran Sungai Kahayan terdiri dari dua sub DAS besar yaitu sub DAS Rungan dan Sub DAS Miri.  Sungai Kahayan sendiri panjangnya sekitar 625 km, dengan lebar berkisar antara 250 – 800 m,  jika di lihat dari bagian hulu ke bagian hilir atau muara (MacKinnon dkk., 2000).  Secara hidrologi dan limnologi  Sungai Kahayan termasuk kategori sungai permanen dimana airnya selalu ada dan mengalir sepanjang tahun berasal dari gugusan pegunungan Schwaner dan Muller.  Bagian atau segmen (ruas) sepertiga sungai secara umum bagian hulu merupakan daerah berarus besar, dilanjutkan kearah hilir (down stream) yaitu wilayah limpasan banjir (flood plain).  Sedangkan sepertiga kearah muara setelahnya adalah termasuk daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 

Sungai Kahayan adalah salah satu-nya yang mengalami degradasi dan pencemaran sangat parah.  Kegiatan masyarakat, perusahaan swasta dan juga kegiatan pemerintah secara langsung dan tidak, telah menyebabkan perubahan kualitas air yang nyata dalam beberapa dekade sejak tahun 1980-an. Invenstasi perusahaan perkebunan dan pertambangan secara besar-besaran, serta diperparah oleh kegiatan penambangan emas (PETI) oleh masyarakat lokal di daerah aliran sungai (DAS) Kahayan, telah menyebabkan meningkatkan limbah ke sungai-sungai, khususnya bahan tersuspensi (TSS) dari erosi dimanan warna air sungai yang keruh secara visual terlihat sepanjang tahun di daerah aliran Sungai Kahayan dan sub DAS Rungan.  Data Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2015 memperlihatkan bahwa Sungai Kahayan sudah mengalami kondisi tercemar dengan status tercemar ringan berdasarkan perhitungan pollutant index, terutama pada parameter, Kekeruhan, TSS, BOD dan COD (BLH Provinsi Kalimantan Tengah, 2015).  Hal ini didukung oleh hasil kajian lingkungan strategis Kabupaten Pulang Pisau tahun 2014, dengan hasil yang kurang lebih sama yaitu dengan status tercemar ringan, dimana TSS, BOD, COD, timbal, klorida dan phenol yang sudah melampau baku lingkungan hidup PP No. 82 tahun 2001 (Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, 2014).

Untuk itu sangat diperlukan kegiatan penelitian identifikasi sumber pencemar di DAS Kahayan, khususnya pada segmen Kota Palangka Raya ke arah hulu, serta observasi beberapa parameter kualitas air penting Sungai Kahayan dan Sungai Rungan.  Dari kegiatan tersebut nantinya diharapkan dapat disimpulkan kondisi atau status pencemaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan, serta langkah-langkah dan rekomendasi dalam setrategi pengelolaannya.

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO  :  AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

FOTO : AGUS (BID.2-BPP/X/2019)

Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan kegiatan Studi beberapa paramater kualitas air Sungai Kahayan dan Sungai Rungan dan identifikasi sumber pencemar air di DAS Kahayan ini adalah diperolehnya informasi ilmiah sumber pencemaran, status pencemaran, kualitas air dan langkah-langkah pengelolaan atau penanganan DAS Kahayan. (Sungai Kahayan dan S. Rungan).

Sasaran Kegiatan
Dokumen laporan penelitian yang berisikan informasi ilmiah sumber pencemaran, status pencemaran, kualitas air terbaru dan langkah-langkah pengelolaan atau penanganan DAS Kahayan (S. Kahayan dan S. Rungan).

Lingkup Kegiatan

  1. Pengambilan sampel dan observasi kualitas air di Sungai Kahayan dan Sungai Rungan dilakukan tehnik grap sampling dengan penentuan titik sampling secara purposive.
  2. Observasi dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari semua sumber pencemar yang masuk sebagian Sungai Kahayan yang terkait khususnya secara keseluruhan Sungai Rungan.  Parameter kualitas air yang diukur dan metode pengkuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*