Sabtu , Agustus 15 2020
Home / Berita Terbaru / Balitbang Kota Palangka Raya Mulai Lirik Budidaya Tanaman Kacang Tanah di Kereng Bangkirai
Balitbang Kota Palangka Raya Mulai Lirik Budidaya Tanaman Kacang Tanah di Kereng Bangkirai

Balitbang Kota Palangka Raya Mulai Lirik Budidaya Tanaman Kacang Tanah di Kereng Bangkirai

Lahan Pertanian “Slamet Riady” lokasi penanaman kacang tanah di Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau.

Petani pemilik lahan pertanian di Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau mulai memanfaatkan lahan sebagai lokasi penanaman kacang tanah sebelumnya lahan ini adalah lahan kosong dari masyarakat setempat.

Menurut seorang petani bernama Slamet Riady, kebun ini adalah lahan kosong yang di pinjamnya dari salah satu masyarakat setempat, jenis bibitnya seperti belang macan dari jerman, yang tidak sengaja diberikan oleh orang jerman, tuturnya.

Slamet Riady melakukan budidaya tanaman kacang tanah awal mulanya hanya diberikan 12 biji dengan beberapa kali tanam sehingga bisa medapatkan bibit untuk ditanam kembali dalam lahan satu hektar.

Dia memulai membudidayakan kacang tanah sejak awal tahun 2018 dengan masa tanam hingga panen membutuhkan waktu sekitar 90 hari untuk kacang yang akan dijual dalam kondisi kering dan umur sekitar 75 hari untuk kacang yang dijual untuk kebutuhan kacang rebus. 

Proses penanaman yang mudah diakuinya membuat ia menanam kacang tanah di lahan seluas satu hektar dengan bibit sekitar 50 kilogram dengan sistem penanaman tugal yang dilakukan oleh pekerja upahan.

Slamet Riady melakukan budidaya tanaman kacang tanah awal mulanya hanya diberikan 12 biji dengan beberapa kali tanam sehingga bisa medapatkan bibit sebanyak ini untuk ditanam kembali dalam lahan satu hektar, bibitnya dari jerman, yang tidak sengaja diberikan oleh orang jerman.

Selama hampir beberapa kali melakukan penanaman kacang tanah tersebut Slamet Riady menyebut melakukan proses pengolahan tanah dengan sistem pembajakan secara manual untuk menggemburkan tanah.

Selain melalui proses pengolahan tanah petani yang juga mempergunakan pupuk kandang dan kompos untuk pemupukan. Selain itu pembuatan alur-alur khusus dibuat untuk menghindari adanya genangan air saat terjadi hujan secara tiba-tiba menghindarkan kondisi becek pada areal tanaman kacang tanah.

Memiliki lahan seluas satu hektar Slamet Riady menyebut harga kacang tanah saat ini berkisar antara Rp. 25.000,- s.d Rp. 30.000,- per kilogram untuk kacang tanah basah yang banyak dijual untuk direbus sebagai camilan atau bahan pembuatan sayur asam.

Sementara untuk kacang tanah kering dalam kondisi sudah dikupas bisa mencapai harga Rp. 35.000,- s.d Rp. 40.000,- per kilogram dan bisa meningkat saat permintaan melonjak. Komoditas kacang tanah tersebut bahkan diakuinya dalam satu hektar kalau di kalkulasikan bisa memberinya omzet mencapai Rp. 40 juta dengan penjualan sebagian dalam kondisi kering dan sebagian dalam kondisi basah.

“Banyak pedagang sayuran yang meminta kacang muda atau mentah untuk dijual sebagai kacang rebus dan campuran sayur asam sehingga saya sediakan lahan khusus yang dipanen dalam keadaan muda,” terang Slamet Riady.

Perawatan kacang tanah yang mudah diakuinya dimulai dari proses pengolahan tanah, penanaman bibit, pembersihan rumput dan pemanenan kerap melibatkan beberapa pekerja yang merupakan warga di wilayah tersebut dengan sistem upahan.

Jenis bibit kacang tanah dari Jerman

Permintaan kacang tanah diakuinya banyak terjadi diakhir-akhir ini untuk pembuatan kacang telor dan ketika warga memiliki acara syukuran dengan penggunaan kacang tanah sebagai bahan pembuatan makanan tradisional rempeyek serta untuk bumbu pembuatan pecel dan sate.

Selain harganya yang selalu relatif stabil ia menyebut petani penanam kacang di wilayah tersebut belum begitu banyak sehingga prospek bisnis budidaya kacang masih cukup menjanjikan.

“Saya jarang menjual kacang ke pasar karena banyak pedagang atau pemilik warung makan pecel dan usaha pembuatan kue martabak, sate yang datang ke tempat saya untuk membeli kacang,”  kata Slamet Riady lagi.

Selain menguntungkan secara ekonomis dari hasil budidaya tanaman kacang limbah panen kacang berupa daun serta batang kacang tanah dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk pakan ternak.

Lokasi sekitar lahan kacang yang berada di lahan gambut bahkan dipergunakan untuk menanam rumput gajahan sebagai pagar alami yang sekaligus dimanfaatkan sebagai pakan ternak. (PjR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*